Senin, Januari 31, 2011

mencuri mimpi



Mimpi Alenta Untuk Sembuh Telah Sirna


Mengabarkan kerja sosial apakah nantinya merusak nilai pahala atau justru menyebarkan virus, bagaimana pendapat kawan?

Terror dilematik ini kami hadapi ketika kami menangani kasus Alenta (3th) yang menderita penyakit hydrocephalus (pembesaran kepala) tempo hari. Untuk menaikkan kabar ini pun saya harus berdiskusi terlebih dahulu dengan beberapa kawan, kami tidak ingin, sudahlah upaya kami hanya berupa geliat kecil belaka masak harus pula terusak nilai pahalanya karena kami harus mengabarkannya kepada khalayak ramai. Keraguan kami justru datang dari dalam diri kami sendiri yang sedikit banyak terpengaruh oleh nilai-nilai agama seperti; jika bersedekah upayakan tangan kiri jangan sampai tahu atau ibadah tak harus dipertunjukkan kepada orang lain karena bisa menjadi riya, atau mungkin kawan punya dalil lainnya?

Terlepas dari itu, kasus Alenta yang ditemukan oleh Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kecacatan (FKKADK) Propinsi Banten yang diketuai oleh Ibu Bilqis dari sebuah rumah yang cukup sederhana di sebuah kampong di Kabupaten Rangkasbitung-Banten. Temuan ini kemudian diteruskan kepada pihak yang paling berwenang dalam hal ini adalah Jawatan yang (seharusnya) bergerak di bidang sosial milik pemerintah daerah setempat, FKKADK yang juga banyak dibantu oleh salah seorang Pekerja Sosial (peksos) jawatan tersebut yang kemudian melaporkan kepada pimpinannya namun kekecewaan dia terima sendiri akibat banyak kendala birokratik yang harus dihadapi padahal sederhana saja bantuan yang diharapkan dari jawatan tersebut yaitu transportasi dari daerah terpencil itu menuju Bintaro-Tangerang, itu saja. Apalah sulitnya meminjamkan salah satu mobil dinas jawatan tersebut?!

Panjang dan berbelitnya jenjang birokratik tersebut tidak dapat ditolerir oleh penderitaan Alenta kecil yang sudah tiga tahun harus menahan penderitaan (akan diceritakan sejarah singkat kondisinya kemudian), informasi dari lembaga donor yang harus secepatnya ditangani karena ini juga berkaitan dengan program operasi dari dokter-dokter RSCM Jakarta dan panjangnya daftar tunggu (waiting list) penderita serupa Alenta, singkat kata jika Alenta tidak segera dibawa maka kesempatannya untuk operasi akan menunggu waktu entah kapan lagi. Menurut informasi dari pengurus YSI, biaya operasi dan perawatan bisa mencapai angka seratus juta lebih, kesempatan terlangka adalah donasi untuk biaya operasi!

Ketua FKKDAK yang kebetulan juga pengurus LPA Banten kemudian menghubungi saya dan beberapa kawan untuk mencarikan solusi ini, saya rasa bagi siapapun yang mendengar kabar ini pasti akan bergetar hatinya dan akan mengupayakan sekecil apapun yang bisa dilakukan, tak perlu menjadi aktivis sosial atau menjadi pejabat jawatan sosial, asal syarat utama yaitu; hati, harus masih peka. Secepatnya kami saling berhubungan satu sama lain, satu kawan mengabarkan; tidak ada kendaraan!, kawan lain memberi kabar ada kegiatan lain!, kawan satu lagi bilang; mobil ada tapi driver tidak ada! Oke, kendaraan sudah ada maka yang diperlukan berikutnya adalah driver yang tentunya mengetahui medan dari Serang-Rangkas-Bintaro maka kami pun saling berhubungan satu sama lainnya untuk mencari driver (bahkan sempat saya jadikan status fb, meski tanpa respon komen!). salah seorang kawan menyanggupi sekalipun dia belum lama menguasai mobil dan tidak punya SIM.

Malang tak dapat ditolak, malam sebelum keberangkatan kami, baru kami temukan satu kendala kecil namun bisa berakibat fatal, ternyata salah satu ban mobil itu berlubang bagian luar dan terlihat ban dalamnya sedikit menyembul mendorong keluar, kendala berikutnya; ban cadangan sama tidak layaknya. Segera kami saling berhubungan satu sama lain untuk mencari solusi, Tuhan selalu bergerak secara misterius, Alhamdulillah ada solusi.

Hari Minggu pagi, 30 Januari 2011, kami sudah tiba di rumah yang cukup sederhana di sebuah pelosok desa, begitu kami turun dari kendaraan, saya merasakan aura hati tersayat jauh lebih pedih ketimbang mendengar kabar via telepon. Subhanallah, bocah kecil itu masih tersenyum ketika menyambut kami dibalik penderitaannya itu, seorang kawan berbisik “saya lebih memilih berada di tengah medan perang ketimbang ada disini saat ini”. Kami tak ingin tersita banyak waktu disini, segera saja kami berangkat setelah memastikan segala keperluan telah siap.

Sepanjang perjalanan, lewat penuturan Nenek dan Paman dari Alenta, hati kami semakin terasa tersayat-sayat. Semoga apa yang saya sampaikan ini tidak melukai perasaan pihak tertentu karena saya hanya akan mengabarkan apa adanya. Alenta kecil terlahir secara normal, namun beranjak 3 bulan mulai terlihat kelainan dari kesehatannya terutama di bagian fisik kepalanya, sejak saat itu kesehatan Alenta semakin menurun dengan kondisi ekonomi orang tua yang pas-pasan maka pasokan gizinya tidak terpenuhi dengan baik.beberapa kali Alenta dibawa ke puskesmas manakali sakit namun yang disayangkan mengapa pihak puskesmas yang nyata-nyata menemukan kasus Alenta tidak memberikan rujukan ke rumah sakit yang lebih memadai?

jika ada proses ini maka seharusnya rumah sakit sudah bisa melakukan tindakan setidak-tidaknya pihak rumah sakit memberikan arahan kepada orang tua agar mengurus segala sesuatu yg diperlukan, contoh; membuat Surat Kemampuan Tidak Mampu (SKTM), membuat ASKESKIN karena seharusnya mereka menjadi prioritas pelayanan atau jika pemerintah tidak ingin mengeluarkan biaya syukur-syukur membuka hubungan dengan pihak terkait yang lebih kompeten dalam memberikan pelayanan atau mencarikan donatur untuk biaya operasi, kenyataannya Alenta harus menderita hingga 3 tahun padahal tulang tengkorak kepalanya sudah mengeras karena sudah lewat dari 3 bulan diperparah tanpa tindakan medis maka tulang tengkorak kepalanya akan terus mengeras sehingga tidak ada lagi kemungkinan kepalanya menjadi kecil lagi dalam ukuran normal.

Kami dibuat terhenyak bagai dada kami ini dipukul godam ribuan ton ketika dengan sedikit getir, Sang Nenek menuturkan Bapak kandungnya tega meninggalkan Alenta kecil berusia empat bulan itu. Nada emosi kental kami rasakan ketika Pamannya menambahkan informasi keberadaan Bapakknya yang hanya berjarak tak lebih dari tiga kilo meter dari rumah tempat Alenta kecil tergolek lemah bahkan Bapaknya tidak mengakui memiliki anak bernama Alenta! Sekali lagi saya tidak berniat melukai perasaan atau menyerang harga diri dari pihak tertentu, hanya memaparkan apa adanya.

Kita pun tidak pernah mengetahui secara persis seperti apa tekanan batin atau apapun yang dirasakan-dipikirkan-dialami oleh Bapak kandung Alenta kecil namun yang kita dapat ambil kesimpulan sederhana adalah adanya sebuah proses penelantaran. Di sisi lain kasih sayang dari Ibu kandungnya pun harus terenggut manakala sang Bunda dengan sangat-sangat terpaksa harus meninggalkan Alenta kecil menuju negeri Arab, menjadi TKW, hanya untuk mencari uang demi memperbaiki kesehatan Alenta. Berjudi dengan dua nyawa; anaknya dan dirinya sendiri, kita ketahui bagaimana nasib TKW diluar negeri sana tapi sang bunda tak menghiraukan berita-berita buruk mengenai nasib TKW. Tekadnya bulat; cari uang sebanyak mungkin untuk biaya operasi!

Tambahan informasi lain dari mulut Sang Nenek, lagi-lagi membuat aku harus mengelus dada, sontak mataku dan mata kawanku beradu pada satu titik, begitu mendengar bahwa Alenta kecil jika sudah menangis bisa sampai empat jam.. ya empat jam tanpa henti!! Tak ada satupun dari keluarganya yang mampu menghentikan tangisannya meskipun berbagai cara telah dilakukan baik menggendong, memberikan susu botol, mengipasi, menggosok-gosok bagian tubuh, mendendangkan lagu bahkan sampai pada titik nadir kesabaran mereka akhirnya harus membentak Alenta kecil namun tangis itu tetap tak berhenti hingga pada saatnya terhenti dengan sendiri.

Betapa seluruh indera perasa saya bergetar saat itu juga, tak terbayangkan entah betapa dahsyatnya rasa sakit-penderitaan yang tengah dirasakan oleh Alenta kecil sampai-sampai rasa sakit itu sendiri menyerah atas tubuh ringkihnya. Hampir tidak ada respon motorik yang dapat dilakukan oleh Alenta; kelopak matanya tak dapat menutup sama sekali (kita hanya bisa membedakan apakah dia tertidur atau terjaga hanya dengan indikator diam), kedua kaki kecilnya yang kering itu sudah menyilang, kedua lengannya melipat kearah dada dengan beberapa jemari menekuk penuh dan separuh, ukuran kepalanya (saya tak sanggup untuk memberikan deskripsi) namun rambutnya hitam-lebat sekali, kulitnya putih bersih, ahhh betapa bocah kecil ini pasti menjadi bidadari cantik jika kondisinya serupa dengan anak-anak pada umumnya. Saya memerlukan titik pengalihan setiap kali melihat sosok ringkih Alenta akibat desakan emosi bercampur baur.

Baik, kali ini saya menantang kawan-kawan, siapa yang tak akan tergerak hatinya jika kawan telah mendengar kabar mengenai Alenta kecil sementara kawan hanya berjarak beberapa ‘jengkal’ saja darinya? Sekalipun hati kita lambat laun mulai membatu, saya yakin, Alenta akan menghancurkannya! Tapi mari kita lihat ulah para oknum pejabat yang telah diberi makan oleh rakyat untuk bekerja menangani ratusan mungkin ribuan Alenta lainnya. Geramnya bukan kepalang ketika saya mendengar cobaan yang dihadapi kawan-kawan FKKADK ketika harus berhadapan dengan birokrasi jawatan. Dana bantuan dari pusat dengan berbagai upaya dan trik yang sedianya harus disalurkan secara langsung kepada anak-anak itu sebisa mungkin oknum-oknum jawatan pun harus turut merasakan, bahkan secara vulgar mereka mengatakan; “Nanti dulu! Jangan langsung diberikan kepada anak-anak dong, bagian untuk kami mana?!!” Tantangan kedua saya adalah (mari berandai-andai) jika kawan diberikan kewenangan (sah baik secara hukum, agama dan adat) untuk memukul oknum tersebut, apa kawan akan mengambil kesempatan ini?

Saya akan sedikit sampaikan mengenai hak-hak anak, semata-mata bukan karena misi lembaga tapi ini juga menjadi kewajiban saya sebagai orang yang pernah membaca deretan hak-hak tersebut yang tersebar dalam berbagai aturan baik secara internasional (konvensi) maupun aturan hukum nasional.

Mari kita membaca UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK atau lebih dikenal dengan UUPA (UU No. 23/2002) dalam konsiderannya bisa kita lihat;

b. bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya;

c. bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan;

d. bahwa agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut, maka ia perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak mulia, perlu dilakukan upaya perlindungan serta untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi;

Nyata-nyata bangsa dan negara ini menaruh harapan sangat besar bagi keberlangsungan masa depannya pada tumpuan bahu rapuh anak-anak seperti Alenta kecil tapi apa yang telah dilakukan negara ini dalam memberikan perlindungan bagi tumbuh kembang anak? Apa yang telah negara sajikan bagi kepentingan terbaik untuk anak? Sementara dalam pasal-pasal berikutnya, seperti

Pasal 1 angka 12; “Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara.” Saya pribadi berkesimpulan, betapa pengecutnya Pemerintah dan Negara memposisikan dirinya berada di lapis terakhir dari upaya penjaminan, perlindungan dan pemenuhan hak anak ini. Silakan kawan baca kembali konsideran diatas. Saya tidak memaksa kawan bersepakat dengan pendapat saya.

Pasal 4; “Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.” Isi pasal ini merupakan hasil adopsi dari konvensi internasional hak-hak anak (akan saya paparkan nanti) yang merupakan kesepakatan berbagai bangsa dan mendesak agar setiap negara segera meratifikasi kedalam hukum nasional di negaranya masing-masing. Saya akan bedah beberapa pasal yang tidak relevan dan justru memperburuk kondisi anak-anak

mari sejenak kita baca secara seksama ketentuan berikut ini; Pasal 7 “(1) Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh oleh orang tuanya sendiri. (2) Dalam hal karena suatu sebab orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anak, atau anak dalam keadaan terlantar maka anak tersebut berhak diasuh atau diangkat sebagai anak asuh atau anak angkat oleh orang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Ketentuan pasal ini berhenti begitu saja sampai disini, coba kawan kaitkan lagi dengan lapis tanggung jawab pada Pasal 1 angka 12 diatas. Apa jadi jika anak yang tak dapat dibesarkan dan diasuh oleh orang tuanya sendiri sementara anak tersebut juga tidak mendapatkan orang tua asuh? Dimana posisi pemerintah dan negara?! Apakah kita harus percayakan kepada UUD Pasal 34 (1) yang berjanji bahwa; “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”?? Bukankah dalam hukum dikenal dengan asas Lex Specialis Derogat Lege Generalist (peraturan yang khusus mengesampingkan peraturan umum) jika UUD hanya menjadi landasan peraturan umum (ground norm) maka sudah seharusnya yang dijadikan landasan operasional adalah peraturan yang lebih spesifik (khusus).

(tak kuat lagi melanjutkan..semoga bisa bersambung)


*****


Mencuri Mimpi


Apa yang dibutuhkan seorang penyendiri ketika dini hari masih terjaga dan sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan? Sementara seluruh saluran televisi tidak lagi menyajikan hiburan menarik, hanya beberapa kuis memuakkan yang menggoda para pemilik telepon genggam agar mau membuang pulsanya sia-sia akibat iming-iming hadiah belasan juta, telepon genggam mahal model terbaru dan hadiah menarik lainnya, sungguh tidak masuk akal. Hadiah menarik sesungguhnya adalah suara mendesah, sedikit payudara menyembul dan body language si presenter yang sengaja dibuat kenes, membuat yang ngantuk jadi betah menatap layar televisi. Terbuai oleh dua godaan; hadiah menarik dan sajian menggiurkan!

Kutimang-timang telepon genggamku, model cukup lama, tidak up to date, tapi aku tidak akan tergoda oleh bujuk rayu presenter cabul itu yang menawarkan hanya dengan kirim sms akan mendapatkan merk telepon genggam terbaru yang tengah mewabah. Begitu dahsyatnya model telepon terbaru itu sampai-sampai hampir semua produsen telepon genggam membuat replika model yang hampir serupa dengan harga yang sangat jauh berbeda selisih dan tentunya keunggulan layanan yang juga tak sepadan. Tua-muda, kaya-miskin, pelajar-guru, dosen-mahasiswa, office boy-pekerja kantoran, pedangan-penjual dan berbagai kategori manusia tiba-tiba keranjingan menggunakan telepon genggam model itu dengan kedua genggaman tangannya, aktif menekan tombol-tombol, larut menatapi layar kecil, melupakan kenyataan yang ada di hadapan mereka, sungguh segala aktifitas lainnya tersita mentah-mentah manakala kedua tangan mereka yang; lembut-kokoh, malas-cekatan, lentik-kaku, kapalan-sensitif, bugar-keriput dan berbagai kondisi tangan lainnya. Mereka mengisolir diri sendiri dari dunia nyata kedalam dunia virtual-seluler pada genggaman mereka.

Beberapa nomor kawan telah terhubungi tapi tak ada satu pun yang mengangkat, hanya Misbach yang menjawab dengan bahasa dunia mimpinya yang tak kupahami sedikitpun! Sia-sia pulsaku melayang dua menit hanya untuk mendengar igauan Misbach yang mungkin secara refleks mengangkat telepon genggamnya tanpa perlu mengangkat kesadaran dirinya terlebih dahulu. Apa yang dibutuhkan seorang penyendiri ketika dini hari masih terjaga dan sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan?

Nikotin! Ya, bagiku tak pernah ada teman sejati selain lintingan tembakau itu. Kawan akrab pasti ada waktunya harus pulang ke rumah masing-masing, games terseru sekalipun jika kau ulangi beribu-ribu kali pasti akan tertemui titik jenuh, telepon genggam yang selalu berada dalam genggaman sekalipun akan serupa dengan seonggok remote televisi jika baterenya ngedrop, novel terlaris hanya menjadi idola dalam dua-tiga hari- setelah lembar terakhir terbaca hanya menjadi pelengkap koleksi dalam lemari buku, pacar tercantik hanya menjadi pasangan tersetia jika tak kau temukan sms-sms dari selingkuhannya, kawan-kawan dunia maya hanya dapat kau ajak berkomunikasi selama pulsa dalam modem masih cukup untuk membayar bandwith atau matamu tak beleran menatap monitor warnet, tapi teman sejatiku bisa tetap menemani sekalipun aku sedang bersama kawan akrab, memainkan games, ber-sms ria, membaca novel terbaru, jalan-jalan dengan pacar yang tengah sms–an dengan selingkuhannya atau tengah bersenda gurau dengan kawan-kawan dunia maya.

Tidak untuk kali ini, teman sejatiku justru menjadi musuh bebuyutan paling memuakkan! Saku jeans belelku hanya terselip korek gas, tas hanya berisi buku-buku, kaleng bundar kecil bekas wadah sumber nikotin pun tidak menyisakan sebatang pun disitu. Ahh, terpaksa harus keluar kos dini hari buta begini rupa! Menyusuri gang sempit selepas hujan sebelum tengah malam tadi, hanya ditemani beberapa ekor tikus wirog yang leluasa keluar masuk selokan menuju tempat sampah sementara kucing hitam itu cuek saja membiarkan mereka berseliweran, bagaimana tidak, tubuh mereka hampir sama besarnya, tidak ada lagi istilah kucing makan tikus, rantai makanan terputus disini, wirog-wirog itu serupa mutan dari tikus-tikus laboratorium milik professor jahat.

Aku saja harus berpikir dua-tiga kali jika berpapasan dengan wirog-wirog itu, mereka tak lagi takut dengan manusia yang melintas dekatnya, satu wirog besar dengan bulu rontok disana-sini di pojokan tong sampah itu dengan rakusnya mengganyang kepala ikan lele. Gilanya lagi, ada sepasang yang dengan cueknya bercinta tepat di tengah-tengah gang sempit ini! Aku memerlukan menyingkir beberapa jarak melintasi wirog itu, hampir berjalan menempel tembok sepanjang gang, seolah berpapasan dengan Pak RT yang tengah duduk di depan rumahnya, seperti harus menundukkan kepala dengan takjim, berjalan dengan satu tangan kanan terjulur kebawah dan tangan kiri sedikit menekuk bertemu dengan siku lengan kanan, sama sialnya seperti kucing itu yang harus sabar menunggu wirog-wirog mengobrak-abrik seluruh isi tong sampah.

Tunggu sebentar! Siapa itu? Kenapa ada sesosok mencurigakan yang mengendap-endap di depan kos-kosan putri? Sedang apa orang itu? Mengintipkah atau hendak mencuri?! Aku bersembunyi di balik pagar Wak Said, merasa aman dari pengawasan clingak-clinguk sosok mencurigakan itu, lewat sela-sela pagar besi ini aku bisa memantaunya. Gerak-gerik, model rambut dan postur tubuh orang itu sepertinya aku kenal, ketika jendela terbuka dan berkas cahaya dalam kamar itu menimpa wajahnya maka tak pelak lagi, pelakunya adalah Yugas! Yugas, siswa kelas delapan SMP, anak Pak Tarmidi pedagang tahu keliling, tapi sedang apa Yugas dini hari buta begini rupa membuka jendela kos-kosan itu? Apa Yugas ingin menyelinap masuk dan melakukan hal tidak senonoh dengan si pemilik kamar kos? Tapi kurasa kemungkinan itu sangat kecil, kalau tidak salah itu kamar Devina, mahasiswi tingkat akhir yang kerap melempar senyum ketika berpapasan di gang sempit ini, begitu sempitnya sampai-sampai tak jarang adegan senggolan kerap terjadi disini, itu juga sebabnya gang ini diberi nama Gang Senggol Asyik, tentu asyik jika mendapatkan berkah bersenggolan dengan gadis seperti Devina tapi jangan harap jika berpapasan dengan Mak Inah yang berbobot super, berjalan sangat lambat dengan tebaran batuk sepanjang dia berjalan.....

(tar lagi deh!)

(oke lanjut lagiiii, tarik maaaaannngg)

Aih! Kenapa tiba-tiba aku jadi bergidik membayangkan bersenggolan dengan Mak Inah?! Hhiiiyyyy!!! Aku harus melakukan fungsi pengawasanku secara seksama, aku tidak boleh lengah dalam menjalankan fungsiku ini, jangan sampai seperti lembaga rakyat yang selalu saja lengah dalam menjalankan fungsi pengawasannya, tentu saja lengah karena tugas utama mereka adalah TIDUR! Aku tidak boleh tertidur memantau gerak-gerik Yugas! Sosok itu berhasil masuk dan dalam hitungan kurang dari tiga menit sudah meloncat keluar, menutup jendela perlahan sekali, sedikit mengendap lalu berjalan dengan santainya. Ahha!! Kali ini aku jauh lebih excited ketimbang pemenang kuis yang terbuai godaan presenter cabul itu. Yugas merogoh sesuatu dari saku celana pendeknya, ada berkas nyala lampu biru memendar memantul di kedua tembok pembentuk gang lalu kemudian meredup mati diiringi nada telepon genggam di-non-aktif-kan.

Aku harus menggambil sapu milik Bu Ratna yang tergolek di depan pagarnya, siaga memukul jika ada wirog yang meloncat keluar tong sampah. Nyala lampu telepon genggamku menjadi pemandu terang dalam tong sampah yang tengah mengeluarkan puncak bau busuk luar biasanya akibat proses biologis-kimiawi yang mengguapkan sampah sisa makanan dan bahan organik lainnya. Secarik kertas kugunakan untuk mengambil chip kartu seluler produksi provider yang menggunakan nama merk mirip ukuran baju itu, mungkin sidik jari pelaku menempel pada kartu chip itu pikirku dan jangan sampai terkontaminasi oleh sidik jariku sendiri.

Kuikuti arah Yugas melangkah beberapa belas meter di belakangnya tanpa dia sadari, Gang Senggol Asyik ini cukup panjang meski berkelok pada setiap sudutnya tapi hanya ada satu jalur disini, tidak bersimpang dan tidak bercabang, kamu akan seperti tikus putih objek penelitian yang berjalan mengendus di selasar-selasar kayu didesain untuk menguji kecerdasan si tikus atau menjadi seperti Mr. Pac Man jika melintasi Gang Senggol Asyik ini. Setiap meternya kamu akan diiringi soundtrack lagu yang berbeda yang terlantun dari radio, televisi, ring tone telepon genggam, tanggis bayi, cekcok suami-istri, tawar-menawar sedikit ngotot dari transaksi jual-beli di warung, ketokan khas dari tukang bakso, lagu anak-anak dari odong-odong bahkan suara desahan-lenguhan ketika kamu melintasi rumah pengantin baru. Crowded -aneka warna -aneka suara- aneka aktifitas sepanjang gang sempit ini. Menjelang keluar gang, aku mempercepat langkah, mendekati objek pantauanku, menepuk bahu Yugas dan menyapa santai, seolah tidak terjadi sesuatu beberapa menit tadi.

Yugas semangat menenggak teh dingin langsung dari botolnya, bulir keringatnya yang sebesar-besar biji jagung bertaburan di seluruh wajah, leher dan lengannya, bukan akibat aktifitas olahraga yang membakar kalori di setiap otot-ototnya melainkan derap pacu jantungnya yang sudah semesti berdegup tak beraturan akibat desakan campur aduk dari rasa khawatir dan kebanggaan telah mendapatkan hasil buruannya. “Mau tambah lagi, Gas? Atau kamu mau bubur kacang ijo? Ayo, pesan saja!” Yugas tidak menyia-nyiakan tawaranku. Mungkin proses memantau bidikannya cukup lama hingga dia rasa cukup aman untuk melakukan aksinya, haus dan lapar terbayar sudah tanpa perlu merogoh koceknya karena ada yang mau membayarkan.

Aku hanya menikmati sebatang tembakau racikan perusahaan sumber nikotin dengan merk berupa hitungan tiga angka, asapnya kumainkan membuat format bundar, kuhembuskan keatas. Ini tanda kemenanganku! Konon pernah ada penelitian terhadap seratus orang yang ditawari sebatang cerutu kepada masing-masing responden, alhasil sebanyak sembilan puluh tujuh dari seratus orang itu menghembuskan kepulan asap putih kearah atas sebagai pertanda kebesaran diri, ya banyak orang bilang cerutu sebagai representasi kondisi puncak tertentu bagi seseorang, cerutu hanya dibakar dalam selebrasi keberhasilan tertentu atau hanya berada dalam kotak kayu mewah diatas sebuah meja lebih mewah lagi pada ruangan sangat mewah milik seorang direktur misalnya. Berbeda halnya dengan Yugas yang menghembuskan asap nikotin mild-nya kearah bawah sambil tertunduk, dalam buku psikologi modern mengenai bahasa tubuh, kondisi Yugas berada pada titik kecemasan tingkat tinggi, kekhawatirannya menciptakan kondisi psikologis depresi maka orang seperti ini memerlukan bantuan.

Aku mencoba menawarkan bantuan itu berupa obrolan ringan, “Kok jam segini belum tidur, Gas? Memangnya besok gak sekolah?” ini hanya sekedar basa-basi keparat, trik pembuka sebagai umpan pembicaraan yang lebih serius dan menohok kelak. “I..iya, A! Ee..eee.. anu..gak bisa tidur!” aku sudah bisa mendeteksi nada kebohongan dari gugupnya. “Kamu sekarang kelas berapa sih?” basa-basi berikutnya masih kulemparkan sambil menyodorkan pisang goreng yang masih mengepulkan uap panas. Yugas, menghembuskan asapnya masih kearah bawah sebelum menjawab, “Kelas delapan, di SMP XXX itu A!” kuperhatikan busa filter nikotinnya, terlihat jejas giginya, pertanda dia mengigit busa itu, berarti dia semakin cemas! Pada prinsipnya seseorang yang menghisap batang tembakau berada pada kondisi gelisah, layaknya seorang bayi masih dalam fase oral maka membutuhkan puting payudara sang ibu yang dapat menghentikan tangisnya manakala tengah risau, jika sudah mengulum puting payudara sang ibu maka bayi tersebut berada kondisi ternyaman. Mereka selain penyuka tembakau pun sebenarnya berusaha mencari pelarian dari kondisi gelisah, risau atau tertekannya, mencari pengganti situasi paling nyaman serupa menyusui puting ibu dengan cara mengulum permen, menggigiti kuku, jempol atau pena, kembali kepada fase oral, restitution in integrum.

Sengaja aku mengeluarkan telepon genggamku, memijiti tombol-tombolnya tak pasti, melirik sekejap kearah Yugas, Aku tahu persis pasti Yugas tidak sabar untuk mengeluarkan telepon genggam di sakunya, sama halnya ketika kita tiba-tiba akan memegang telepon genggam milik kita jika di hadapan kita ada yang menerima telpon masuk atau membaca sms. Latah seketika, tak sabar untuk mengecek telepon genggam kita padahal nyata-nyata tidak ada dering masuk, alhasil hanya memijit-mijit tombol mencari tanda panggilan masuk atau sms masuk, sekali lagi meskipun tanpa ada suara dering tanda panggilan masuk atau sms masuk, apakah ini sudah masuk kedalam taraf obsessive compulsive disorder? Entah! Aku menekan fitur mp3, memilih sebuah lagu lalu terdengar lantunan suara Iwan Fals mendendangkan “Mimpi Yang Terbeli”. Yugas melirik sinis, serasa tertohok, bagi siapapun yang merasa, lagu-lagu Iwan fals bisa menjadi dendang penghantar mimpi buruk dengan kritik menohoknya, Yugas menyedot cepat batang nikotinnya yang sudah hampir tandas lalu menginjak hingga lumat puntungan itu, membakar lagi sebatang tapi korek gasnya macet, terlihat grogi sekali. Kusodorkan nyala api, Yugas sedikit meringis, cepat-cepat menyedot, “Kuat juga kamu ngisep tembakau, Gas! Sejak kapan? Kayaknya sudah lihay deh!” senyum kulemparkan seramah mungkin, terror mental telah digelar!

(lagi mikir terror mentalnya dulu sambil cari-cari nikotin tapi hujan dueres)

MELATI VAN SD INPRES



Pagi hari ini, berbeda dari pagi sebagaimana biasanya bagi Harto. Dua belas tahun pengabdiannya pada sebuah sekolah dasar menjadi jauh lebih bersemangat dari tahun-tahun sebelumnya karena ini hari istimewa gumamnya maka dia pun bekerja lebih awal lagi dari hari biasanya.. Selepas subuh Harto telah siap dengan sapu lidi bergagang bambu itu, lapangan upacara telah bersih dari dedaunan yang gugur sepanjang malam tadi, podium kecil terbuat dari papan tempat pembina upacara telah dipersiapkan dan satu lagi podium berukuran sama disandingkan di sebelahnya, sedikit sentuhan manis dia tambahkan pada seputar lapangan upacara dengan menggunakan kertas warna-warni yang biasa digunakan dalam acara ulang tahun anak kecil, tidak banyak memang tapi ini menjadi pembeda dari upacara senin biasanya. Dia tersenyum puas, pagi ini semuanya telah dipersiapkan menyambut hari istimewa itu, ya tentunya dengan pendanaan a la kadarnya bagi sekolah dasar inpres pada desa yang masuk daftar IDT ini.

Air dalam ceret telah mendidih, sejumput teh tubruk diracik, cangkir-cangkir kaleng dengan penutup yang memudar warnanya telah tertuang teh panas, Harto sudah hafal betul gelas mana saja yang biasa digunakan masing-masing guru, meskipun hampir kesemua cangkir kaleng tersebut bermotif sama loreng dengan taburan karat di sana-sini. Harto juga sangat paham gelas milik siapa saja yang perlu ditambahi gula bahkan tahu persis takaran sesuai permintaan guru bersangkutan tapi hari ini ada perlakuan special pada salah satu dari cangkir itu, Harto dengan sengaja menambahkan sekuntum melati putih dia biarkan mengambang pada teh panas racikan nasgitelnya, sejenak dia menikmati aromanya lalu menutup kembali agar aromanya tetap tersublim menjadi uap tertahan pada tutup cangkir. Racikan yang sama juga dia sajikan untuk sang istri di rumah sebelum dia berangkat kerja.

Ruang guru telah bersih, begitu juga ruang kelas yang hanya berisi tiga lokal sederhana biasa digunakan murid kelas satu hingga kelas tiga pada pagi hari dan giliran berikutnya setelah mereka pulang murid-murid dengan tingkatan lebih tinggi bergantian belajar di tempat yang sama. Bel berbahan baku potongan rel kereta api dengan mantapnya dipukul berkali-kali, ratusan murid bergerombol memenuhi lapangan upacara, semuanya wajib hadir sekalipun murid kelas empat hingga kelas enam seharusnya belajar siang hari, mereka juga harus menjadi saksi di hari istimewa ini. Harto mengambil tempat pada sebuah pojokan sekolah, menyeruput kopi hitam ditemani kretek Djarum Coklat, angin bertiup manja di pagi cerah ini, hatinya penuh.

Terpujilah Wahai Engkau Ibu Bapak Guru

Namamu Akan Selalu Hidup Dalam Sanubariku

Semua Baktimu Akan Kuukir Di Dalam Hatiku

Sebagai Prasasti Terima Kasihku

Tuk Pengabdianmu

Engkau Sebagai Pelita Dalam Kegelapan

Engkau Laksana Embun Penyejuk Dalam Kehausan

Engkau Patriot Pahlawan Bangsa

Tanpa Tanda Jasa

Suara cempreng murid-murid menyanyikan lagu Hymne Guru, sekalipun suara mereka cempreng hymne tetap menyentuh hati bagi siapapun yang mendengarkan, terlebih mereka-mereka yang diberi tempat kehormatan dalam hymne itu. Guru-guru terharu, tidak sedikit dari mereka menitikan air mata mendengarkan lagu hyme dari ketulusan ratusan muridnya yang berseragam lusuh, bersepatu dekil, hampir semua dari mereka berkulit legam, berkoreng dengan taburan panu hasil ciptaan garangan matahari, bau ternak kambing anggonan dan air sungai keruh.

Lamunan Harto mengajak dirinya larut kembali pada kenangan tahun di awal dia masuk sekolah dasar ini. Keterpurukan ekonomi dan bobroknya penegakan hukum yang melanda negeri ini membuat dirinya muak dengan lingkungan kerjanya, mau tidak mau tidak termakan dalam kondisi hina itu, menjadi pelaku kebusukan yang sama seperti rekan sejawat lainnya sekalipun hati nurani selalu berontak dengan kondisi jawatan tempatnya bekerja. Sebetulnya jika dia masih bersabar mungkin dia yang saat itu berstatus honorer kini telah diangkat menjadi pegawai negeri penuh pada sebuah jawatan penegakan hukum. Harto menanggalkan gelar kesarjanaannya, menggunakan ijasah sekolah menengahnya melamar pekerjaan sederhana, dia memilih menjadi pembantu, pesuruh, tukang bersih-bersih alias jongos disini karena di sekolah dasar terpencil ini sebutan office boy terlampau agung. Dia ingin memulai dari nol membayar semua kesalahannya, bekerja pada tempat yang tidak membutuhkan pertaruhan nurani. Ketulusan hatinya ini menarik perhatian salah satu guru senior pada sekolah dasar ini, memintanya menjadi menantu tanpa melihat honor seorang jongos.

Teriakan lantang tanpa pengeras suara dari Kepala Sekolah berumur kepala lima menyadarkan lamunan Harto, momen ini yang dia tunggu-tunggu, momen tahunan pada Hari Guru yang memberikan apresiasi tertinggi bagi para pengabdian pendidikan di sekolah sederhana ini, pemberian penghargaan bagi guru-guru berdedikasi tinggi. Tiga nama disebutkan; Bapak Drs. Mustofa, Ibu Dra. Nanik Wijayanti dan Ibu Wandari Tri Sekar Melati, S. Pd. Semua bertepuk tangan riuh ketika tiga orang yang disebutkan satu persatu naik podium di sebelah Kepala Sekolah, ungkapan penghargaan dan terimakasih berulang-ulang diucapkan Pembina Upacara. Seluruh guru dan murid-murid menyalami ,memberikan apresiasi tertinggi pada mereka. Harto tersenyum bangga meski tidak tampak terkejut karena dia sudah mengetahui nama-nama tersebut ketika membersihkan ruangan Kepala Sekolah yang tidak sengaja terbaca pada lembar hasil rapat Dewan Guru dan Komite Sekolah dalam menentukan mereka yang berhak mendapatkan penghargaan guru terbaik.

Pesta sederhana berupa upacara khidmat telah selesai, Harto kembali pada ruang kerjanya, sebuah dapur kecil berukuran dua kali tiga meter dari papan lapis tipis. Salah seorang guru penerima penghargaan itu mendatanginya, terlihat cantik sekali hari ini, secantik melati, sesuai namanya. Bibir tipisnya mengembang, menyajikan senyuman bangga, manis sekali. Harto menyematkan salam selamat, disambut ucapan hangat dari guru terbaik itu, “Terimakasih atas dua cangkir teh melatinya.”

tribute to my lovely wife, the best teacher for me


-tercipta setelah menyanyikan Hymne Guru pada telinga istriku yang tertidur lalu sejenak terbangun mendaratkan ciuman-

Koelit ketjil, Sempu, 25 Nopember 2010

Selasa, September 28, 2010

Anda Ingin Cerdas? Mari membuat kawan anda tertawa


Anda Ingin Cerdas? Mari membuat kawan anda tertawa salah satunya dengan bermain plesetan

Pernahkah anda memperhatikan dan mengagumi bahwa kawan anda ngobrol di facebook ini sesungguhnya orang yang cerdas dengan guyonan-guyonan segar yang dilontarkan sehingga anda membuat tertawa atau setidaknya tersenyum tipis atau bahkan sampai mengeluarkan penyataan; "Sial, orang ini! hebat sekali dia!" atau "gokil, lu!" sambil menahan tawa, sampai-sampai anda dianggap kurang waras karena orang sekitar anda melihat anda tengah mesam-mesem, senyam-senyum, ketawa-ketiwi sendiri di hadapan komputer, laptop atau handphone anda.

saya sepakat dengan tulisan di bawah ini;

...Plesetan membuat pendengarnya memutar otak, untuk adu cepat melawan orang lain menemukan padanan kata di balik plesetan. keberhasilan otak akan akan meletup-letupkan tawa. ddan tawa akan menghasilkan perasaan diri sebagai orang cerdas

[Jalan Tikus Menuju Kekuasaan, Oleh Joko Santoso H. P.hal 133. *]

tak hanya orang yang membalas plesetan saja yang dianggap cerdas tapi juga orang yang membaca atau menontoni pertempuran adu plesetan yang tengah digelar karena apa jadinya jika kita tidak paham dengan apa yang mereka per-tempura-kan ehh pertempurkan? bisa jadi yang ada hanya simbol-simbol tanda tanya yang mencuat keluar kepala mereka, layaknya film-film kartun.

tetapi juga menjadi sebuah tantangan bagi si pelempar plesetan agar apa yang dia lontarkan mampu dipahami oleh khalayak ramai

*mau khalayak atau tidak khalayak pakai kadang-kadang si pelempar tidak mau tau, samapi-sampai berujar; 'Ahh.. plesetan orang mau paham atau tidak!*

Tertawa adalah salah satu alasan saya membiarkan diri saya menjadi korban dari bahaya Klaten eeehh laten dari kecanduan tahap akut efek adiktifnya facebook. yaa itung-itung menghilangkan stress pekerjaan atau kepenatan diri. Terkadang kita sering hanya mengunjungi wall kawan tertentu saja, bukan karena pilih kasih, diskriminasi atau gak mau tau dengan ratusan kawan lain di friendlist yang berderet-deret itu tapi untuk apa kita datangi atau berkomen pada wall yang hanya menyajikan betapa narsisnya orang itu, atau membuat kita menjadi merasa bodoh karena tidak sanggup mencerna kalimat-kalimat puitik yang tertulis pada wall atau catatannya yang memlulu berbicara tentang pagi (jika waktu menunjukkan pagi hari) lalu perhatikan jika senja telah menjelang maka berhamburanlah kata-kata 'senja' 'merona', 'jingga', 'tenggelam' dll, atau mungkin ada beberapa orang yang dengan santainya berdoa di facebook, seolah-olah Tuhan membuka akun disini atau setidaknya perwakilannya (malaikat) atau bosan melihat iklan produk-produk yang ditawarkan *berarti produk itu2 itu awalnya terlalu asin atau terlalu manis sehingga harus ditawarkan terlebih dahulu*

tapi kebosanan mebaca hal tersebut diatas itu terjadi ketika kita tengah memerlukan tambahan energi, mungkin kita juga memerlukan tulisan-tulisan semacam itu lebih sering lagi

ada beberapa contoh betapa nikmatnya berguyon dan bermain plesetan yang bisa saya tunjukkan yang membuat saya secara pribadi menjadi tercerdaskan *atau jangan2 jadi gila*;

Dimulai dari sebuah pesan di wall;



Daniel Mahendra ‎| Apakah Kalpanax Tuan Goenoeng Moelyo dan Tuan Koelit Ketjil sudah lagi habis, eh? Tuan segan mengoleskannya lagi?
Minggu pukul 10:46 · Komentari · SukaTidak Suka · Lihat Antar-Dinding · Hapus Tanda


o
Goenoeng Moelyo Maaf Tuan Mahen, Kalpanax kami bukanlah untuk dioles. kami selalu meminumnya 2 X sehari untuk tetap menjaga kewarasan kami...
Minggu pukul 13:32 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil saya juga rencana beli di kios jamunya Kang Mas Goen juga tidak tersedia
Kemarin jam 12:26 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Sudahkah Anda minum Kalpanax hari ini? Saya minum dua!
Kemarin jam 12:27 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ditambah endog bebek??
Kemarin jam 12:28 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Endok asin seko Brebes.
Kemarin jam 12:29 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil plus bawang merah???
Kemarin jam 12:29 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Lumpia rebung muda.
Kemarin jam 12:33 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil dawet ayu banjarnegara, inyong suka!
Kemarin jam 12:34 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Yakinlah Mamase Mbarep awake dewek yo doyan.
Kemarin jam 12:37 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil apa maning sing didemek njur mletek dewek..yakinlah
Kemarin jam 12:38 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ya ora kaya kowelaaaah son...
Kemarin jam 12:51 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil yaaa..gagal maning-gagal maning
Kemarin jam 12:53 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo lha wong ditimplik malah ngepir kok son...
Kemarin jam 12:54 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil aja kiayak kuwik lahh
Kemarin jam 12:57 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Iki wis dha mbadog po rung, Son?
Kemarin jam 12:59 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil inyonge durung kencot je!
Kemarin jam 13:00 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ya jelas uwislah son... lha keprimen jam semene durung mbadog. bisa2 nggeblak kaliren awake inyong.
Kemarin jam 13:00 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ya golek warteg wae lahh
Kemarin jam 13:01 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo okelah kalo begitu. okelah kalo begitu...
Kemarin jam 13:02 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Yang penting, happyyy...
Kemarin jam 13:03 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo mendingan Happy Salma... lebih penting.
Kemarin jam 13:04 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ngudud ndishik bae lahhh
*klepas-klepus*
Kemarin jam 13:04 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo telat!
Kemarin jam 13:05 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Nek Salma Hayek wae kepriben?
Kemarin jam 13:05 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil Happy Salma..bukane lebih pas syu.. ehh udude!
Kemarin jam 13:05 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo wooooh... iya, Salma Hayek luwih nyampleng!
lebih pas syu... eh, nganuuuu... he'eh pokokke.
Kemarin jam 13:06 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil inyonge nunut bae lahhh
Kemarin jam 13:07 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Luwih nyampleng tur rasane rodo kenthar...
Kemarin jam 13:07 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil wis tau paaa??
Kemarin jam 13:08 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo kemasyane juga ketoke yahud. ya wis, sing paling tua nomer siji!
Kemarin jam 13:08 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎@KK
nek status ki Brader DM kalah karo awake dewe, Brad. ning nek masalah pengalaman kowe kalaaaaah... wekekekekek...
Kemarin jam 13:09 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Huahahahaha... =))
Kemarin jam 13:10 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ‎@GM: sing tuwek intuke ya tuwek nuuu
@GM maning: lali! *ngeplak jidat*
Kemarin jam 13:10 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Jidate sopo sing mbok keplak?
Kemarin jam 13:11 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil tawa pengakuan yakke...;p
Kemarin jam 13:11 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo rak papa tua asal kaya Salma Hayek. :P
*melu ngeplak bathuke Brad KK*
Kemarin jam 13:11 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil salma hayek wis tuwek yaa
Kemarin jam 13:11 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Yang penting, Happyyy...
Kemarin jam 13:12 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo mendingan Happy Salma... lebih penting.
Kemarin jam 13:12 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil lebih pass syu ehhh kemasyane
eh nek happy salma wis tuwek..kemasyan melu tuwek ora yooo??
Kemarin jam 13:14 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Sudahkah Anda minum syusyu hari ini? Saya minum dua!
Kemarin jam 13:14 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil dari kemasyane sapa kuwi??
pasti dari dua kemasyannn
*siyal-siyull* ;p
Kemarin jam 13:15 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Happyyy...
Kemarin jam 13:16 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil kemasyan satu laginya?
*penasaran ngenteni karo udad-udud*
Kemarin jam 13:18 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎@KK
dua? kowe ngece jenenge, Brad!
Kemarin jam 13:18 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Salmaaa...
Kemarin jam 13:18 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎*melu udad-udud ngenteni*
Kemarin jam 13:18 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ahhh ngapusii!
Kemarin jam 13:19 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ahhh ngapusii!
Kemarin jam 13:19 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra He-eh ok!
Kemarin jam 13:19 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ahhh ngapusii!
Kemarin jam 13:19 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil eh ngaku ngapusi??
Kemarin jam 13:19 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Ah tenannyaaa...
Kemarin jam 13:20 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo la-la-la-la... *bersenandung kalem*
Kemarin jam 13:20 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil tenanya ngapusinyaa??
Kemarin jam 13:21 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎*udad-udud ngenteni*
Kemarin jam 13:21 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Ngapusaken.
Kemarin jam 13:21 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Yakinlah! Wis pilihan inyong kuwi.
Kemarin jam 13:22 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil tolong anda perjelas pernyataan anda, tuan DM
*bertanya ala jaksa*
Kemarin jam 13:22 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo he'eh!
Kemarin jam 13:22 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Ra percoyo ik!
Kemarin jam 13:22 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo Ah tenannyaaa...
Kemarin jam 13:23 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Saesnya...
Kemarin jam 13:23 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil nek percoyo karo kowe yoo musyrikk thoo
Kemarin jam 13:24 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo wakakakakakak... =))
Kemarin jam 13:24 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Musrik ki nek nyembah gunung (dhudhu Goenoeng).
Kemarin jam 13:25 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil apa maning nyembah Ku-daniel
Kemarin jam 13:26 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo asyik ki nek cekelan gunung (dudu Goenoeng)
Kemarin jam 13:26 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎69!
Kemarin jam 13:27 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra ‎76
Kemarin jam 13:28 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎71... enak juga kiye...
Kemarin jam 13:28 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil nek 69 isa cekelan gunung (dudu Goenoeng)
Kemarin jam 13:29 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo justru 71 sing isa cekelan gunung (dudu Goenoeng).
Kemarin jam 13:31 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil yo wis tak cekelan liyane sing jelas dudu Goenoeng lah!
Kemarin jam 13:33 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Berpeganglah pada Quran dan Hadist. Yakinlah.
Kemarin jam 13:34 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil Quran dan Hadist kok untuk dipegang..huuuu
Kemarin jam 13:34 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ikutan... huuuuu....
harusnya diapakke, Brad KK?
Kemarin jam 13:35 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil serahkan MUI wae lah
*ngetuk2 kursi gaya GusDur*
Kemarin jam 13:37 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Kafir kowe!!! *meniru dialog film Sang Pencerah*
Kemarin jam 13:38 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ‎*ngilirik DM yang sedang berbicara dihadapan cermin setinggi tubuhnya*
ckkk..ckkk..ckkk
Kemarin jam 13:39 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo weeeeh... kafir? mosok dipadakke karo kewan ik...
Kemarin jam 13:39 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ben, brad GM, liyat itu
*menunjuk komenku*
Kemarin jam 13:40 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Yang penting, happyyy... :p
Kemarin jam 13:40 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil hapyy meski kapir??? hhummm
Kemarin jam 13:40 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎*ketok2 meja karo mikir*
Kemarin jam 13:42 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Too much thinking will kill you.
Kemarin jam 13:43 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo to much love will kill you. :))
Kemarin jam 13:44 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Too much comment will kill you =))
Kemarin jam 13:44 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil saya lebih suka itu!!
*ngelirik komen kakang mbarep*

semoga yg lain pada ngelirik truss gawa arit lan palu!
Kemarin jam 13:45 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎=))
=))
=))
Kemarin jam 13:45 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Arit dan palu? Kafir kowe!!! *kembali meniru dialog film Sang Pencerah*
Kemarin jam 13:47 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo tapir kowe!!! *meniru monolog film flora fauna*
Kemarin jam 13:47 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil supir kowe!!!! *bikin naskah pelm ttg Supir yang cerah*
Kemarin jam 13:48 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Celeng kowe!!! *meniru teriakan Obelix dalam komik Asterix*
Kemarin jam 13:49 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo karpet!!! *meniru bengokan tukang karpet*
Kemarin jam 13:49 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil sate..daging ayam..buntilll..buntilll lilililiiiii *karo kipas-kipas*
Kemarin jam 13:50 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Tembalang!!! Tembalang!!! Tembalang!!! *meniru teriakan kernet Daihatsu di Semarang*
Kemarin jam 13:51 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo yang tahu, yang tahu, yang tahuuu... sayang anak, sayang anak... *bakul dolanan*
Kemarin jam 13:51 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Jamunya... Jamunya... Jamunya... *meniru tukang jamu yang nawarin Brad KK yang belum-belum sudah pake doping* :p
Kemarin jam 13:53 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil yang panas..yang panas.. palu..kampak.. arit... tehasin..telur kotak..
*melihat DM berteriak diantara ketiak penumpang Daihatsu di Semarang*
Kemarin jam 13:53 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎*leyeh2 nonton Srimulat*
Kemarin jam 13:54 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ‎*muntah melihat DM dodol jamu nganggo kebaya*
huuuekksss..sooorrr :p
Kemarin jam 13:55 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra ‎*nyampirke serbet nang bahu*
Kemarin jam 13:55 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ‎*teriak kearah yg nonton*
woooyyy gogon, ayoo munggah panggung!
Kemarin jam 13:56 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo CUT! *ngarahke adegan*
and... ACTION!
*leyeh2, kipas2, udad-udud karo ndelok Srimulat meneh*
Kemarin jam 13:56 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Cut Tari?
Kemarin jam 13:56 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo Cut Tari tetep yahud, Brad. nduwe nomer hapene rak? bagiiii...
Kemarin jam 13:57 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil aku nduwe nomor kemasyane. gelem po??
Kemarin jam 13:57 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎@KK
gaaah... nggo apa?
Kemarin jam 13:58 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Nomor hapene ana. Ning ndelok nomere kudu miring :p
Kemarin jam 13:58 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo mmm... ning rak sida wae ding. rak mulus jebule ok...
Kemarin jam 13:58 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ya dia menyimpan no hapenya dibalik kemasyane kuwi
*menunjuk kumpulan kemsayan berbagai nomor*
Kemarin jam 13:59 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Kemproh. Mesti lungguhe sembarangan kuwi.
Kemarin jam 13:59 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎@KK
lho, kowe nganggo wadah kemasyan? woooooohhh...
Kemarin jam 13:59 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil iki kan nyolong seka dadamu, og!
Kemarin jam 14:00 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo mestine ngono, Brad. kudu dilulur ndisik kuwi...
Kemarin jam 14:00 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Kesuwen. Selak Maghrib.
Kemarin jam 14:00 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎@KK
kliru. dudu seka aku mau. mesti nyolong seka Ivan Gunawan kuwi... wuuuueeeeekkkk...
Kemarin jam 14:01 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ahhh! pantes! jan mirip tenan je awakmu karo ivan.. kembar po??
Kemarin jam 14:01 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo lagian baru dapet ndekne ok... percuma juga sih... :P
Kemarin jam 14:01 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎@KK
tak darani ndekne ki kembaranmu ok. lha wong pada nduwe godeg'e... :P
Kemarin jam 14:02 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil yoo rak mungkin aku kliru karo awakku dewe nuu
*membedakan foto GM and IG*
miriipp banget! ho`ooh rak brad *minta second opinion DM*
Kemarin jam 14:03 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Nek GM kuwi dudu kembarane IG, tapi Barry Prima je *mbayangno film laga jaman mbiyen*
Kemarin jam 14:05 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo alhamdulillah... mayan...
Kemarin jam 14:05 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil numpak jarane ato sewalikke??
Kemarin jam 14:05 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎@KK
jarane kan kowe ta, Brad?
Kemarin jam 14:06 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎125 ketoke... ck, ck, ck...
Kemarin jam 14:06 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil berarti aku sing numpaki kowe, brad
hayooo melaku
*mecut GM*
Kemarin jam 14:06 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎@KK
sing untune kaya untu jaran ki rak kowe ta, Brad?
Kemarin jam 14:07 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil tapi sing awake lewih mirip jaran kan kowe
Kemarin jam 14:08 · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra ‎*udud maning, ndelok adegan film laga taun 80an*
Kemarin jam 14:10 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil wueehh Geger Rudi wis pansiun poo??
Kemarin jam 14:11 · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ‎*tiba-tiba kangen kelek lebatnya Eva arnaz*
Kemarin jam 14:14 · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎*nonton jaran... eh...*
Kemarin jam 14:20 · SukaTidak Suka
o
Aliyth Prakarsa wah-wah 134 perbincangan kurang bermutu..
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Oleskan saja Kalpanax.
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil siapa tuh yg songong?! gajul wae yuk!
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Begajul?
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ini cuma copas loh!

Daniel Mahendra Begajul?

jawabnya; ya! betul sekaliiii
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Bajul?
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil
copas lagi neh ya...
Daniel Mahendra Bajul?
smenatara;
Ndoge Bajul Kari Siji
kata Koes plus, brad.. mesake tenan too.. siji meneh pecah poo??
...:D
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ‎*nek rak ragu coba nembango Tul Jaenak, brad* ;p
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Senggol bonges lu!
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil yeee bolehnye sewott..
awas kalo berani nangkring diwuwung orang? tar gue JEPRETTT!
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Yah badut, nasib...
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil Mengapa adek menangis aje
Kalo memang jodo ngga kemana..
22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil siyapa yg mau melanjutkan ke 148?
5 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo aku!
4 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Aku juga!
4 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil aku lanjutin aza deh..
4 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo kira2 iki nomer pira ya? *mulai ngitung*
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Saya minum dua!
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil yaaa.. aku gak kebagian! rakus lu..bagi dong!
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo saya menikmati sepabrik2nya!
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil eh rakus kan tempat buang hajat ya?
sori brad.. ralat
serakah lu!
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Sepabrik-pabriknya? Situ jadi saudagar sekarang? Saudagar syusyu.
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil pabrik? rambut yang berdiri tak tersisir rapi itu???
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Itu tarik jabriiikkk...
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ‎@DM
merangkap QC...

@KK
ya. kayak brengosmu kuwi...
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil sebagai saudagar sekandung; beda bapak beda ibu jangan pada berantem ahh
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo senengane kok prosotan...
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil brengos kiyy sayur berwarna coklat pekat yang isinya tahu, kacang tolo, krecek and lombok rawittho??
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Kuwi jongooosss... Ck!
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ‎@GM: weh kowe wis kena penyakit prosotan tho, brad??
ya maklum wis tuwek ;p
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo merdekaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh!!!
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ‎@Dm: nek jongos kiy lirik lagune benyamin s; gue senggol jonggoos lu!
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo jongosi ya... huh!
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ‎@GM: merdekaaaa dirampas haknya tergusur ddan laparrrr
*lagu darah juang*
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo C.I.N.T.A... *lagu mendayu2*
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Aku mengajak kalian menulis buku bareng tentang 'manajemen syusyu'. Judulnya bebas. Bagaimana?
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ‎*memikirkan judul yg tepat*
siikk..sikkk
*bakar 234 dulu ahh*
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo cocok! tapi gimana formatnya itu? jadi satu kesatuan atawa sendiri2?
*nyumet syusyu karo nyruput 234*
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Isinya tentu saja mulai dari pemilihan yang baik, produksi, kemasyan, distribusi, hingga (cara-cara) konsumsi ;;)

*nyumet GG*
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo termasuk tempat2 dimana syusyu2 dengan kualitas yahud bisa didapat ya?
hmmmm... *manggut sambil pegang dagu*
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Oh, tentu... Pokoknya dari hulu ke hilir. Jangan lupa juga: tips-tips menghindari syusyu basi :p
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ahha! Urik tenan! <-- meniru ekspresi Eintein

"Memasyakatkan syusyu kemasyan yang mengenyalkan.. ehh mengenyangkan!'

gimana brads? apik ra??
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Ahaaa... Itu pemilihan ciamik! Tinggal bagaimana diksinya. Soalnya jangan sampe pasar punya konotasi negatif. Ini soal psikologi pembaca. Padahal ini kan murni syusyu [atau syusyu murni? :p]
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil yang pasti bukannya syusyu si murni tokoh sinetron itu lahh!
bukan..bukan sama sekali!!
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Bukan juga Asmirandah.
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ahhh yang penting mah Happy! ;p
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo Farah Quinn?
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra ‎[Mbalik maning... =)) ]
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Nek Tikam piye? [Titi Kamal]
59 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo lho yang penting kan benang merahnya masih tentang syusyu...
59 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Ya, betul. Masih tentang syusyu [Benang merah? Emang ada syusyu pake benang? Apalagi warna merah?]
58 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil kemasyan berwarna merah sungguh menyegarkan wahai braders! ;p
57 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo ada. nah, kalo dibuka benangnya baru tampak syusyunya... begitu?
54 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil itu kemasyan kaleng atau saksetan brad??
53 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Dan warnanya merah segar, begitu?
53 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil jangan2 kemasyan cornet angkut ehhh cornet beef lagi.
salah liyat kali, brad!
47 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo asli kok. ini asli kemasyan! *njawil2 gemes*
46 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil
‎*pllaakkk!!*
PERCAYA BRAD..PERCAYAAA

*ngecek warna merah di pipi brader GM*

...sama brad bener *ngelirik brad DM*L
44 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Ada syusyu warna pelangi nggak? Mejikuhibiniu gitu...
42 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo hehehe... Brader KK kliru ngeplak! *meluk Farah Quinn sing dikeplak KK*
*mengucap syukur*
sebentar kemudian...
*unjal ambegan, prihatin ana wong sing mengkhayal syusyu warna pelangi*
39 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Daniel Mahendra Lha nek kakean dikonsumsi lhak kemeng, Brad. Terus wernoe dadi malih ngono. Warna-warni :D
37 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil ehhh bukan aku yg ngeplak tapi yg dijawil kemasyanne. tuh!
*menunjuk DM yg tengah memperbaiki kemasyannya*
37 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Goenoeng Moelyo
‎@DM
wooooooh... pengalamaaaan... hahahaha...
Brader KK kalah adoh! hanya dialah yang mahasiswa baru sejati... =))

@KK
...sing njawil kowe lho ya? :P
19 menit yang lalu · SukaTidak Suka
o
Koelit Ketjil
waahhh.. harus disodorkan bukti nih.
neh, brad! *kucopas dari komengmu*

Goenoeng Moelyo asli kok. ini asli kemasyan! *njawil2 gemes*

...wayooo
18 menit yang lalu · SukaTidak Suka
* Tulis komentar...

sebelumnya mohon maaf jika ada beberapa lontaran komen yang kurang sopan karena Komen memang kurang sopan dalam mencandai Adul dan Olga Syahputra jadi ya wajar saja ya..harap maklum.

tapi jika anda perhatikan durasi / jeda waktu saling mebalas komeng-komenngya sangat begitu dekat / cepat sekali maka tidak salah jika saya berkesimpulan kawan-kawan berbincang saya ini sungguh sangat cerdas..pinter sekali hanya saja terlampau keblinger sampai-sampai teler dirubungi laler! salut untuk bradersku!!!

*tepuk tangan dong!*

saya pribadi sangat menikmati gaya berbincang seperti ini, mungkin tidak setiap orang bisa memiliki chemistry atau level ketersambungan antara satu lontaran komen dengan lontaran komen lainnya dari kawan berbincang kita.. itu sebabnya kami mengikatkan diri kami tanpa perlu dibaptis sebagai saudara sekandung yang beda bapak dan beda ibu! kami saling menyebut diri kami dengan tambahan; brader / brad.

yaaa.. ini hanya contoh kecil yang banyak sehh mungkin kawan-kawan punya alternatif lain?

* Dapat dicek di http://books.google.co.id/books?id=NJ95WDjwKj8C&pg=PA133&lpg=PA133&dq=jalan+tikus+plesetan+cerdas&source=bl&ots=ZA_B9qSRW5&sig=S6Yd9cnfgXdZzumHc3DGFjsr2Ew&hl=id&ei=3ZShTKOpK4SfcdC9iKsB&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CBIQ6AEwAA#v=onepage&q&f=false ]

** obrolan yang bikin anda stress dapat dilihat disini --> http://www.facebook.com/profile.php?id=1350481030&v=wall&story_fbid=1403358447899&ref=notif&notif_t=feed_comment_reply#!/profile.php?id=1350481030&v=wall&story_fbid=1403358447899&ref=notif&notif_t=mentions_comment

trimakasih-mitrakasih :)

Kamis, Juli 15, 2010

Kado pernikahan nan cantik




(foto kucuri dari http://nanoqdakansas.blogspot.com )

Sampan kayuku

sampan kayuku,
kuserahkan takdir kita pada gelombang
melampaui segala perhitungan cuaca
karena dermaga demi dermaga telah terbakar
kepingan matahari masa silamku

kaukah
yang menunggu kedatangan ini?

senja mulai nyentuh buritan
bagai bibir perkasa dari langit
menciumi musimku bertubi-tubi
o, tidurlah air mata

tidurlah sampan kayu takdirku
fanalah waktu

kita abadi


nanoq da kansas
penghuni http://nanoqdakansas.blogspot.com/
kado pernikahan untuk koelit ketjil

[dikirim via notes fb pada Selasa, 13 Juli 2010]

****
-------------------------------------------------------------------------------



(foto kucuri dari kumpulan foto akun fbnya SK)


Aku percaya padaMU
Aku percaya padaNUR
Ada dalam tiap hadirMU ... Lihat Selengkapnya
Ada dalam tiap titikNUR

Aku, Kau, Dia

Kini Kau hadir dalam istriKU
Kini AKU hadir dalam suamiNYA

Satunya AKU, KAU, Dia
Pisahku juga AKU, KAU, DIA

Ijinkanlah AKU, KAU, DIA
dalam satu, hingga kami kembali ke haribaanMu dalam satu juga, bersama sama
AKU, KAU, DIA



Stanislav Kostka L
¤Medio July, Pesisiran Utara¤ teruntuk sahabatku, selamat berbahagia....
[dikirim via fb pada Kamis, 15 Juli 2010]

----------------------------------------------------------



(foto kucuri dari akun fb brader GM)

Ini tentang Kami

kami adalah pengembara,
yang singgah pada suatu hari, di suatu tempat di bumi,
menangis tertawa di sepanjang putaran jagad,
menunggu waktu yang tak pernah tertulis di buku.

sesungguhnya, kami hanyalah pengembara,
yang menyusur jalan di setiap aliran nadi,
mengikuti arah angin penuntun nafas,
dan akan selalu menghelanya sampai udara habis.

tautan hujan dan matahari yang telah mempertemukan kami.
menyatukan warna-warna yang kami pikirkan di setiap bincang.

barangkali jingga di timur dan jingga di barat,
turut memberikan warna untuk kami torehkan.
barangkali kelap-kelip bintang di langit malam,
ikut menghias senyum di tiap perjumpaan.
barangkali kesah angin yang mendesah,
membisikkan kata-kata yang menghilang saat pertemuan.
barangkali, tetes hujan adalah tempat semayam rindu kami.

dan mata kami tak bisa berpaling satu sama lain.
dan jemari kami berpadu, mengeja sentuhan-sentuhan.
dan hati bersatu, mencipta rasa, hanya kami yang tahu.

berbincang dalam diam, saling genggam,
melukis tangis dan tawa di sepanjang perjalanan.
menerka-nerka cerita di ujung langkah.

kini kami telah berjanji, untuk tak menapak jejak dalam sendiri.
berbagi setiap letik kisah, dan mengukirnya pada setiap pori.
sesungguhnya nama kami adalah satu, telah ditulis itu pada langit.
jauh sebelum tercipta cerita tentang bumi.


Goenoeng Moelyo penghuni http://goenoeng.com/
--------------------------
------------------------------------------------------
: buat Braderku KK (atau Pak Dosen Jaim AP? whoever-lah... :P ) dan inisial W.
*peringatan : dibaca dalam hati sambil ngopi akan lebih nikmat. membaca tulisan ini dimuka umum, dapat menyebabkan mual2, pusing dan mata berkunang2.*


[dikirim via fb tanggal 16 Juli 2010)

*****
---------------------------------------------------------------------------





Bukan Kado Cantik

(Sajak Ketjil Buat Sahabat: Koelit Ketjil)

tik.....tik.....tik.....
ini bukan kado yang cantik

tik.....tik.....tik.....
meski dibungkus ketika hujan rintik-rintik

tik.....tik.....tik.....
tapi aku yakin istrimu pastilah cantik

tik.....tik.....tik.....
jemarinya pun sudah pasti lentik

tik.....tik.....tik.....
maka tunggulah dalam hitungan detik

tik.....tik.....tik.....
kau akan segera memilikinya wahai pria antik

ups!
(maaf, aku salah ketik)

tik.....tik.....tik.....
sudah ya, titik!


(Pekanbaru, ketika hujan rintikrintik 15 Juli 2010)


Syahyurli Ab
[dikirim via fb tanggal 16 Juli 2010]


------------------------------------


(foto kucuri dari kumpulan foto propil pesbuknya)

Merangkul Waktu


: Koelit Ketjil


adakah ijin bagi waktu
sebentar saja
berhenti di terang air mata
tempat kebahagiaan jadi sungainya

adakah ijin bagi waktu
sebentar saja
agar terhenti di sebilah cerah
terangkan jalan hingga ke ujung

memang nyatanya,
ada hujan datang di kemarau
ada anak nangis teriak parau
keadilan dilipat samar terlihat
kedamaian diacak biar minggat
juga ada,
cahaya langka jadi seterang kemewahan
ledakan tabung jadi genderang kemegahan

maka mari merangkul waktu
yang ngerti indah itu satu
dimana tangan tangan terulur
dimana sulur sulur doa tersalur
dan ketika lebur
waktu terhenti

bagi berdua



SandraPalupi penghuni http://sandrapalupi.tumblr.com/
dikirim via fesbuk pada 19 Juli 2010 jam 16:15

-----------------------------------






Sebuah Kado Pernikahan yang telat namun tetap berkesan

CATATAN JULI
: Alyth & Wiwin


sejak hari yang telah tertandai

kita tak lagi sendiri

karena pagi terbit dari harum rambutmu

dan malam terbenam kau di pelukanku

matahari hidupku

jika hujan

akulah air mata itu

bahagia membasahimu

membasuh bumi jiwamu

bergenggaman tangan kita

mencipta dunia

menjejak cerita

satu demi satu

sampai akhir waktu


[Austria - Jogja]

Maria Ingrid A.K.A Injith penghuni http://negeriajaib.blogspot.com/

-dikirim via fesbuk; 21 Agustus jam 2:50

Senin, Juli 12, 2010

Our Wedding

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya-Nya ialah diciptakan-Nya
Untukmu pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu mendapatkan ketenangan hati
Dan dijadikan-Nya kasih sayang diantara kamu.
Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi
Orang-orang berpikir”
( Ar- Rum : 21 )






Menikah;

Wiwin Tri Kuswandari
(Putri Ketiga Bpk. Suhadi & Ibu Rubingah)

Dengan

Aliyth Prakarsa
(Putra Kedua Bpk. Adik Pertomo & Ibu Tuty Suarty)




Akad nikah ;
Selasa, 20 Juli 2010 | Pukul 09.00 wib
Bertempat di ; Jl. Ki Ajurum RT 01 RW 18 No. 03 Sempu Gedang
Serang Banten




Resepsi;
Selasa, 20 Juli 2010
Pukul 12.00 – selesai
Jl. Ki Ajurum RT 01 RW 18 No. 03 Sempu Gedang, Serang - Banten




MOHON DOA-RESTU

trimakasih mitrakasih

- Aliyth & Wiwin -