Jumat, Juni 06, 2008

si koelit ketjil

Born to be Rider!!!

coba peratiin back ground foto ini.....

menarik bukan! maklum lah rumah kami dulu (sampe sekarang ding:) cuma rumah warisan kecil yang temboknya banyak sekali lubang berkapur dan kebetulan sekali waktu itu bapak baru beli tikar

sim salabim... abrakadabra... sima aing sima maung aing ka sima ku maung maung ka sima ku aing.. zam-zam alakazammmm...!!!! alhasil...

back ground foto yang gak kalah dengan studio-studio foto sejamannya, bahkan aku berani meng-klaim studio foto sekelas "darwis studio", "kayonna", "caritas" atau bahkan "Malibu 20000" gak punya team kreatip se kreatip bapakku!

Born to be Model ???
Haahhh??? Get real bro!!! Ini sih akal-akalannya si pengarah gayanya aja kali (merangkap team kreatip, potograper juga) ... siapa lagi kalo bukan Mr. Adik Pertomo (Bapak ku dab!)........ Ahhaaaa!! anda benar! rupanya anda teliti ya... bener emang itu tikar yang sama dijadikan back ground foto diatas.. anda maklum kan... hehehe... and take look at the peace sign. thats me brother! Piiisss


Koedit and Koelit

bagi kalian yang punya Kakak dengan usianya yang gak jauh beda (sebaya), pernah gak sih waktu kecil dulu ortu kalian beli baju, celana, sepatu, pelengkapan sekolah, perlengkapan sholat dll, semua barang2 itu sama persis! kalaupun ada perbedaan paling juga di warna and ukurannya aja ?. Ibuku sering banget beliin kami semua perlengkapan yg sama untuk kami berdua dulu waktu kecil (setidaknya sebelum kakak ku masuk SMP lah) eh sampe sekarang juga masih ding! awalnya kami be2 sih asik-asik aja (secara dibeliin baju sepatu baru) tapi semenjak kakak ku masuk SMP, perlawanan mulai diperlihatkan oleh kakak ku untuk tidak di belikan baju n perlengkapan lain yg sama, karena kami dibesarkan dalam suasana keluarga demokratis (bahkan kami menggunakan Bahasa Indonesiadi rumah Bung! bukan bahasa sunda), maka konsekuensinya kakak ku harus bisa memilih baju sendiri bahkan(eh bahkan lagi) beli baju sendiri (tapi uangnya tetep dari Bapak ku).
Tapi emang dasar Ibu ku... kadang2 klo pulang dari pasar sering banget beli baju (biasanya kaos n celana pendek) masih juga dengan model yg sama tapi beda warna, bahkan (nah bahkan lagi deh) lebaran terakhir ini gak tanggung2 Ibu ku beliin celana pendek 8 stell dg 2 model yg sama (jadi masing2 dpt 4 celana dg 2 model yg sama!). mungkin ini karena ada pengaruh masa lalu di keluarga kami, karena kalo aja hidup semua maka kami menjadi 7 bersaudara, tapi Allah berkehendak lain. Kakak ku yg pertama cewek2 (kembar) tapi meninggal dunia gak lama setelah lahir, Kakak ku (Koedit) alhamdulillah masih hidup, trus aku, trus adek ku cewek, trus ade2 ku cowok (kembar juga tapi meninggal juga). so kami yang masih hidup diapit oleh "four twins guardian angels".
So bagaimana dengan Ibu kalian dalam menentukan fashion dalam kehidupan kalian?
Ps; peratiin back ground poto ini, gak keren abis cos ini diambil di studio poto jadul! mungkin Darwis Triadi saat merintis karir pun pake back ground model ini

Selasa, Februari 06, 2007

Aksi Jalanan Terakhir 2




Aksi Demo Bersama Anak-anak Jalanan Malioboro Menolak PERDA Larangan Mengamen, Memberi Uang kepada Pengamen dan Anak-anak Jalanan

Malioboro, 6 Februari 2007 

Aksi Jalanan Terakhir



Aksi Demo Bersama Anak-anak Jalanan Malioboro Menolak PERDA Larangan Mengamen, Memberi Uang kepada Pengamen dan Anak-anak Jalanan

Maliobor, 6 Februari 2007

Rabu, Januari 17, 2007

Trauma Healing dan Teater Anak Bantul





Metode Psycho Social Structured Activity (PSSA) atau lebih mudahnya disebut trauma healing seharusnya dilakukan secara terstruktur bisa hingga 3-4 bulan.

Nah, jika betul-betul mau menerapkan PSSA salah satu metode yg bisa digabungkan yaitu dg pendampingan teater anak yg menggambarkan kehidupan sehari-hari di lokasi sebelum - ketika dan pasca bencana.

Ini sekedar contoh yg pernah saya dan kawan-kawan Komunitas Seko Nol juga Pandega Center pada saat mendampingi adik-adik survivor gempa di Bantul dengan metode teater anak.
Cekidot 


Kampung Widoro, Bantul, 17 Januari 2007

Selasa, Januari 02, 2007

Hari Terakhir Gondrong



Before hair cut
Januari, 2nd, 2007