Kamis, Juni 21, 2012

Menggelindinglah, Gad!



Menggelindinglah, Gad!

bahwa Gad ketahui bumi ini bulat
bahwa postur tubuhmu yang tak terlalu membulat
dan Gad ketahui lewat pelajaran sekolah, bumi ini pun tak sepenuhnya bulat
Bahwa Gad ketahui namamu JAGAD, Lebih besar dari bumi,
bahwa perjalanan hidup serupa gelinding roda; kadang di atas -kadang di tengah - kadang di bawah
bisa jadi akan berjumpa lagi di posisi bawah
tapi lihatlah sudah berapa meter, sudah berapa kilometer yang telah Gad tempuh

Menggelindinglah dalam duniamu sendiri

Layaknya kedelapan roda bulat berjajar yang menggelindingkan kesenanganmu
Ingatlah sama halnya seperti saat Gad menggelinding,
sepasang sepatu rodamu hanya untukmu seorang
Begitu juga proses terjadi tubuh bulatmu, rahim bunda hanya cukup untukmu seorang

Maka bersiaplah menggelinding sendiri dalam jalan hidupmu

Belajarlah untuk menggunakan sepatu rodamu sendiri tanpa bantuan ayah
Baiklah, ketika Gad mulai berdiri dengan kedua kaki berrodamu ayah memang akan memapahmu
tapi sebatas itu saja, agar Gad tau bahwa ayah akan selalu menjadi pegangan awalmu
Ayah akan melepasmu dalam perlahan, asal Gad ingat tak perlu langsung berjalan jumawa
Rendahkan sedikit posisi postur tubuhmu

agar Gad tau dalam jagad rayamu terdapat lapis-lapis langit

prinsip bersepatu rodamu adalah mencari kesenangan maju ke depan
tak harus lurus ke depan dengan teknik straight forward
karena jalan hidup pun kelak berliku
tapi perlahan Gad akan pelajari forward snake teknik,

belajar dari seisi jagad rayamu, meniru gerak ular; meliuk-liuk

Ada kalanya Gad akan melangkahkan kedua kaki berodamu beriringan
Tapi dalam jalan jagad rayamu, tak selamanya harus beriringan,
biarkan kaki kananmu memandu di depan layaknya teknik forward snake
tapi beri juga kesempatan kaki kirimu memimpin
bahkan biarkan mereka bergantian sebagaimana saat Gad pelajari forward cris-cros,
agar Gad paham, tak selamanya kanan pertanda kuat, kanan itu baik, kanan adalah pemimpin,

kiri atau kanan hanya asumsi orang kebanyakan belaka, Gad

Jagad sendiri yang tentukan kaki beroda mana yang terlebih dahulu menggelinding
bahwa maju ke depan tidak harus dengan badanmu mengarah ke depan
Gad akan pahami lewat teknik backward snake, meliuk maju dengan punggung terlebih dahulu
Tunjukkan bahwa punggungmu pun sekokoh dadamu, ke depan, maju!
 Ingat, tak perlu melulu kaki kananmu berperan, biarkan kaki kirimu juga berekspresi

Bahkan tak selamanya kedua kakimu menjadi penumpu hidupmu,





Maksimalkan semua potensi diri Gad,
kuatkan kaki Gad lewat one foot forward atau Gad boleh maju memunggungi dan bertumpu pada satu kaki, kiri atau kanan, Gad yang tentukan itu
Meliuk, lurus, silang-menyilang silakan lakukan secara improvisasi,

tapi ingat perlu juga stop sesaat, Gad!

Di awal perjalanan pasti Gad perlu rem karet di bagian tumit kaki beroda Gad
perlu  Gad pahami bahwa rem sesungguhnya ada dalam keinginan Jagad sendiri,
Jagad bisa gunakan teknik V stopp dengan mempertemukan kedua kaki berodamu
Atau dengan seketika memajukan kaki kanan Gad saat T stopp

tentunya Jagad sudah paham kapan harus berhenti dan dalam kondisi bagaimana itu semua

penanda kerucut kecil adalah batasan yang harus Gad jadikan patokan melaju luruskah, meliuk satu persatu di antara cones itu, dua sekaligus, meliuk lalu lurus lakukan apapun, asalkan Gad selalu mematuhi batasan itu
jika Gad pahami bentuk dasar dari cones itu adalah segitiga,
bahwa; ada Jalanan – ada Jagad dengan roda-rodamu, yang sejajar posisinya – dan ingat ada Tuhan

Jagad tak perlu melihat ke atas untuk melihat Tuhan

Jagad tentunya telah melihat jagad raya sekitarmu, Banyumanik hingga Simpang Lima
Tak selamanya jalan di seputaran Semarang bahkan di belahan jagad mana pun berupa jalan datar
Jagad harus menempa diri untuk juga menghadapi jalan mendaki
Bahwa untuk up hill kaki-kakimu harus kuat Gad!
Bahwa untuk down hill, Jagad tak perlu ragu menggelinding
Laju terus, pacu ke delapan rodamu agar Gad tidak tergoncang
Agar Gad mampu mempersiapkan kecepatan yang diperlukan menghadapi jalanan mendaki itu
Tak perlu takut untuk jatuh Gad!

karena jatuh itu sexy, Gad

angka sebelas terbentuk dari dua angka; 1 dan 1
bahwa kaki Gad pun; 1 kanan dan 1 kiri
bahwa sepatu beroda Gad juga; 1 sepatu beroda 4 di sebelah kiri dan 1 lagi di sebelah kanan
bahwa orang tua Gad; 1 ayah dan 1 ibu, jaga ayahmu jangan sampai minta tambah ibu!
Bahwa anak dari ayah dan ibu; 1 Jagad dan 1 Gayuh, bolehlah Gad minta tambah 1 lagi untuk ini

Jika kelak tahun depan menjadi dua belas, biarlah Oom KK yang pikirkan lagi perumpaannya

Nikmatilah hidup dalam jagad rayamu
Menarilah dengan kedelapan roda di kaki Gad

Menggelindinglah dalam Jagadmu
menggema menjadi Gentha bagi dirimu, bagi adikmu, bagi ayah-ibu dan bagi jagad rayamu





*** special untuk Keponakanku, Gentha Jagad ***


Oom Koelit Ketjil
Pensiunan inline skate lover
-Se[ma]rang, 23 Januari 2012-

1 komentar:

apa yang ada dikepalamu? apa yang menyumbat tenggorokanmu? apa yg membekukan jari-jarimu?... LONTARKAN!!